Selasa, 15 Maret 2011

Tugas tentang Organisasi

Kenapa Organisasi itu ada ?

Jawabanya :
Karna Organisasi adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.


SEJARAH ORGANISASI

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.

TIPE - TIPE ORGANISASI


Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.

Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial#Organisasi_berdasarkan_sasaran_pokok_mereka

http://www.google.co.id/search?q=organisasi&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

Minggu, 16 Januari 2011

Manajemen umum

1. Jelaskan maksud dari kepemimpinan? 
1. muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:

a. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tan...nebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

b. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

c. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

d. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.

e. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

       Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.

2. Sebutkan dan jelaskan teori2 kepemimpinan?
1. Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi se...orang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:

- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

2. Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

a. konsiderasi dan struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

b. berorientasi kepada bawahan dan produksi

perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.

Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.

Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)

3. Teori Situasional

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah

* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.

Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu.
3. Jelaskan teori X dan Y dari Mc Douglas?
 A. Teori X

Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencap...ai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

B. Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
 



 

Selasa, 04 Januari 2011

SPK


Sejarah DSS /SPK

Sistem pendukung keputusan (SPK) atau dikenal dengan  Decision Support System  (DSS),
pada tahun 1970-an sebagai pengganti istilah Management Information System (MIS). Tetapi
pada dasarnya SPK merupakan pengembangan lebih lanjut dari MIS yang dirancang
sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Maksud dan tujuan dari
adanya SPK, yaitu untuk mendukung pengambil keputusan memilih alternatif keputusan yang
merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/tersedia dengan
menggunakan model-model pengambil keputusan serta untuk menyelesaikan masalahmasalah bersifat terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur (Mulyono, 1996). 

Pada dasarnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis pada suatu
masalah, pengumpulan fakta dan informasi, penentuan yang baik untuk alternatif yang
dihadapi, dan pengambilan tindakan yang menurut analisis merupakan tindakan yang paling
tepat. 
Tetapi pada sisi yang berbeda, pembuat keputusan kerap kali dihadapkan pada
kerumitan dan lingkup keputusan dengan data yang cukup banyak. Untuk kepentingan itu,
sebagian besar pembuat keputusan dengan mempertimbangkan rasio manfaat/biaya, dihadapkan pada suatu keharusan untuk mengandalkan sistem yang mampu memecahkan
suatu masalah secara efisien dan efektif, yang kemudian disebut dengan Sistem Pendukung
Keputusan (SPK). 

Dengan memperhatikan tinjauan relatif atas peranan manusia dan komputer untuk
mengetahui bidang fungsi masing-masing, keunggulan serta kelemahannya, maka memahami
SPK dan pemanfaatannya sebagai sistem yang menunjang dan mendukung pengambilan
keputusan dapat dilakukan dengan baik. Tujuan pembentukan SPK yang efektif adalah
memanfaatkan keunggulan kedua unsur, yaitu manusia dan perangkat elektronik. Terlalu
banyak menggunakan komputer akan menghasilkan pemecahan suatu masalah yang bersifat
mekanis, reaksi yang tidak fleksibel, dan keputusan yang dangkal. Sedangkan terlalu banyak
manusia akan memunculkan reaksi yang lamban, pemanfaatan data yang serba terbatas.


Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)

DSS merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan (Indrajit 2001, p.179). Sesuai namanya, tujuan digunakannya system ini adalah sebagai “second opinion” atau “information source” yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan sebelum seorang manajer memutuskan kebijakan tertentu. Pendekatan yang paling sering dilakukan dalam proses perancangan sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan dan manajemen yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer.

Decision Support System (DSS) merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan system pemrosesan transaksi. DSS bersifat interaktif, system informasi yang berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan secara khusus menggunakan database untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajer dan pengguna akhir Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus dan output dari model matematika dan sistem pakar.

Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik (Sprague et.al., 1993), yaitu : sistem yang berbasis komputer yang dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan dalam rangka memecahkan masalah-masalah rumit yang "mustahil" dilakukan dengan kalkulasi manual dengan cara melalui simulasi yang interaktif dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.



Definisi  DSS menurut para ahli :

¡  1.Menurut Mann dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.
¡  2.Menurut Maryam Alavi dan H.Albert Napier, Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu kumpulan prosedur pemprosesan data dan informasi yang berorientasi pada penggunaan model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.
¡  3.Menurut Litle, Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur atupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.
¡  4.Menurut Raymond McLeod, Sistem Penunjang Keputusan adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer pada berbagai tingkatan.
¡  5.Secara Umum, DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.
¡  6.Secara Khusus, DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.
Dari beberapa definisi di atas dapat di simpulkan bahwa DSS adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan.

Prinsip Dasar DSS
  1. Struktur Masalah
            Sulit utk menemukan masalah yg sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur – area kelabu Simon. Ini berarti DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
  1. Dukungan Keputusan
            DSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg terstruktur, tetapi manajer bertanggung ajwab atas bagian yang tidak terstruktur.
  1. Efektivitas Keputusan
Decision Support System adalah salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan kepada penggunanya. Jika pengguna DSS adalah seorang manajemen, maka program ini disebut Executive Information System (EIS). DSS fokus pada penyediaan informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan. DSS menyediakan alat bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusannya. Beberapa pertimbangan yang diberikan oleh DSS adalah sebagai berikut:

o        Identifikasi masalah
o        Identifikasi beberapa alternatif solusi
o        Akses informasi yang dibutuhkan utnuk memecahkan masalah atau pengambilan             keputusan.
o        Analisis beberapa keputusan atau variabel yang akan mempengaruhi keputusan, yang biasa disebut ”what if-analysis”.
o        Simulasi dari keputusan dan hasil yang akan diberikan.



Karakteristik SPK
SPK pada dasarnya merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem informasi
Menejemen komputerisasi dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Sifat interaktif ini
diperlukan untuk memudahkan integrasi antara berbagai komponen dalam proses
pengambilan keputusan, seperti prosedur, kebijakan, teknik analisis, serta pengalaman dan
wawasan manajerial guna membentuk suatu kerangka keputusan yang bersifat fleksibel
(Suryadi dan Ramdhani, 1998) . 

SPK berbeda dengan sistem informasi lainnya (Turban, 2005). Beberapa karakteristik
yang membedakannya adalah:

1.  SPK dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah
yang sifatnya terstruktur ataupun tidak terstruktur.

2.  Dalam proses pengolahannya, SPK mengkombinasikan penggunaan modelmodel/teknik-teknik analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta
fungsi-fungsi pencari/interogasi informasi.

3.  SPK dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan
mudah oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar kemampuan pengoperasian
komputer yang tinggi . Oleh karena itu pendekatan yang digunakan biasanya model
interaktif. 

4.  SPK dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan
adaptasi yang tinggi. Sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubahan
lingkungan yang terjadi dan kebutuhan pemakai. 
Dengan berbagai karakter khusus seperti dikemukakan di atas, SPK dapat
memberikan berbagai manfaat atau keuntungan bagi pemakainya (Turban, 2005). Keuntungan
dimaksud diantaranya adalah:

1.  SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data/informasi
Bagi pemakainya.
2.  SPK membantu pengambil keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan
untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan
tidak terstruktur.
3.    SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
4.  Walaupun suatu SPK yang sangat baik dalam perancangannya, mungkin saja tidak
mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun hasil
dari SPK dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami
persoalannya. Karena suatu SPK dapat menyajikan berbagai alternatif. 
5.  SPK dapat menyediakan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran sehingga
dapat memperkuat posisi pengambil keputusan.
Disamping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan di atas, SPK juga
memiliki beberapa keterbatasan (Daihani, 2001), diantaranya adalah:
1.  Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat
dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan
persoalan sebenarnya.
2.  Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya
(pengetahuan dasar serta model dasar).
3.  Proses-proses yang dapat dilakukan oleh SPK biasanya tergantung juga pada
kemampuan perangkat lunak yang digunakannya.
4.  SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki oleh manusia. Karena
walau bagaimanapun canggihnya suatu SPK, SPK hanyalah suatu kumpulan
perangkat keras, perangkat lunak dan sistem yang mengoperasikannya yang tidak
dilengkapi dengan kemampuan berpikir.
Tingkatan Teknologi SPK
Dalam merancang serta menggunakan SPK dikenal tiga tingkatan teknologi yang berupa
perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software). Ketiga tingkatan teknologi yang
dimaksud (Daihani, 2001), adalah:
1.      SPK Spesifik (Specific Decision Support Systems).
SPK spesifik adalah sistem yang ditujukan untuk membantu pemecahan serangkaian masalah yang memiliki karakteristik tertentu. Melalui pengkombinasian model, data serta teknik  representasi tertentu, sistem ini menghasilkan berbagai alternatif yang akan memudahkan pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem ini pada hakikatnya, dapat juga digunakan untuk menjelaskan, memperkuat atau memberikan justifikasi terhadap suatu keputuasan yang akan di ambil menejemen
2.      Pembangkit SPK (Decision Support Systems Generator).
Pembangkit SPK (Decision Support Systems Generator) merupakan perangkat lunak untuk pengembangan SPK. Sistem ini berfungsi untuk menghubungkan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan dalam merancang dan membangun SPK. Pembangkit ini dilengkapi berbagai fasilitas yang  memudahkan perancang dalam membangun SPK spesipik
      3  Peralatan SPK (Decision Support System)
Sistem ini merupakan teknologi yang paling dasar dalam merancang dan membangun SPK. Perlengkapan SPK terdiri atas elemen perangkat keras dan lunak. Dengan adanya berbagai utilitas yang dimiliki perlengkapan SPK, maka perancang akan lebih mudah membangun SPK terutama untuk mengembangkan SPK Spesifik dan pembangkit SPK. Saat ini tingkatan teknologi inilah yang banyak dikembangkan, diantaranya utilitas untuk:
1.  Pengembangan bahasa bagi keperluan tertentu.
2.  Peningkatan sistem operasi untuk mendukung perancangan subsistem dialog.
3. Perancangan grafik berwarna.
4.  Perancangan subsistem lainya



Ciri dan Keuntungan DSS

1.         Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
2.         Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
3.         Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
4.         Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
5.                  Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
6.         Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan     kesempatan bagi beberapa manajer untuk     berkomunikasi dengan lebih baik.
7.         Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.







Sistem Informasi Keuangan

Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. MoDeL System Informasi Keuangan yaitu 
Subsytem input dan Subsystem Output 
System Informasi keuangan mencakup 3 subsystem output: yaitu 
- subsystem peramalan 
- Subsystem manajemen dana 
- subsystem pengontrolan 
Subsystem pemrosesan data: 
System perosesan data merupakan pondasi untuk membangun 
semua subsistem CBIS yang berorientisai informasi (SIM, DSS, dan expert system). 
Dasar Pemrosesan Data : Sinonim dengan Accounting, Subsistem Audit internal
Jenis aktivitas auditing :Auditing Keuangan, Auditing Operasional, Auditing Persetujuan 

Informasi masyarakat keuangan
Metode Untuk Memperoleh Inteligensi Keuangan :
Perusahaan mengumpulkan inteligensi keuangan dengan 3 cara pokok, yaitu 
Komunikasi informal, publikasi tertulis, dan database computer .
Metode Non-Kuantitatif
Metode Kuantitatif :Proses Penganggaran, Proses Penganggaran, Laporan Anggaran, Rasio Penampilan
Sistem Informasi SDM
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia 
Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai 
Sering disebut dengan istilah : 
-HRIS (Human Resource Information) 
-HRMIS (Human Resource Management Information System) 
-HRMS (Human Resource Management System)
Perangkat Lunak Keuangan Siap pakai
Banyak Perangkat Lunak Siap Pakai (prewritten application software) 
- Berupa paket pengolahan data (gaji, persediaan dan piutang) 
- Spreadsheet elektronik 
- Sistem perangkat lunak siap pakai memungkinkan perusahaan kecil mencapaisistem pengendalian keuangan dengan investasi tidak terlalu besar
Subsistem Intelijen keuangan
 Informasi Pemegang Saham 
Laporan tahunan atau triwulan 
- Informasi Masyarakat Keuangan 
- Pengaruh Lingkungan pada Arus Uang 
Lingkungan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada arus uang melalui perusahaan
 Rasio Kinerja - Rasio kinerja (performance ratio): hubungan dari dua atau lebih indikator kegiatan organisasi yang menjadi suatu cara pengukuran 
- Current Ratio (rasio lancar) = aktiva lancar dibanding hutang lancar 
- Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) = harga pokok persediaan dibanding nilai persediaan rata-rata.

ModeL System Informasi Keuangan
Subsytem input:
Ada 3 subsistem input yaitu:
- Subsystem pemrosesan data
- Subsystem audit internal
- Subsystem intelegensi keuangan


Sistem Informasi keuangan mencakup 3 subsystem output :
- subsystem peramalan
- Subsystem manajemen dana
- subsystem pengontrolan

Subsistem inteligensi keuangan berusaha untuk mengidentifikasi sumber modal tambahan dan mencari investasi dana surplus yang terbaik. Agar dapat melakukan tugas ini, subsistem inteligensi keuangan mengumpulkan data dan informasi dari pemegang saham dan masyarakat keuangan

Metode Peramalan :
Banyak macam teknik peramalan yang dapat di gunakan untuk melihat masa depan. Perusahaan biasaanya akan menggunakan kombinasi dari beberapa teknik, dengan mencari prediksi masa depan yang paling baik. Sebagian besar teknik tersebut bersifat informal dan sangat tergantung pada pengetahuan, pertimbangan, dan intuisi manajer. Teknik yang lain menggunakan metode kuantitatif.Metode kuantitatif telah lama di gunakan untuk peramalan sebelum di tetapkan untuk bidang laindalam operasi perusahaan. 

Metode Non-Kuantitatif :
Pendekatan non-kuantitatif tidak melibatkan penghitungan data, manajer melakukan penalaran.
Beberapa perusahaan telah menetapkan system formal yang mencakup metode 
kuantitatif. Ada 2 metode, yaitu Teknik konsensus panel & Delphi.
* Teknik Konsensus panel:
Terdiri atas kelompok ahli yang secara terbuka membahas faktor yang berhubungan dengan masa depan dan melakukan sebuah proyeksi yang di dasarkan pada input kombinasi.
* Metode Delphi:
Melibatkan sekelompok ahli yang tidak bertemu secara perorangan , namun mereka memberikan respon kepada serangkaian kuesioner yang di buat seorang kordinator. 
Metode Kuantiatif :
Bagian keputusan terstruktur dapat di tangani dengan metode kuantitatif yang berjangkauan dari yang paling sederhana sampai yang sangat kompleks.
Salah satu teknik yang tetap populer adalah Regresi, karena melibatkan hubunga aktivitas yang menjadi ramalan , seperti penjualan dengan beberapa aktivitas lainya, seperti jumlah tenaga penjual. 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.dssresources.com/ papers/features/mohamed/mohamed03142003.html.









                                                                               

Jumat, 26 November 2010

Menejemen Umum#

Tugas Softskill 3

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koordinasi ?
2. Apakah pengertian dari wewenang ?
3. Jelaskan pengertian wewengan lini, wewenang staf dan wewenagn staf fungsional ?
4. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat teori motivasi dari beberapa ahli ?
5. Mengapa komunikasi sangat penting bagi suatu organisasi, jelaskan dengan singkat ?    
 JAWAB :  
1. Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian ( penyatuan) tujuan dan kegiatan   perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatuorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.      Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawan, sebab tanpakoordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti,yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.   2. kekuasaan membuat keputusan, memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain   3. - Wewenang lini, adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.      - Wewenang staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu :        1. Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja  
     2. Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif, pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah.
     3. Punya semangat kerja sama yang ramah
     4. Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan.
     5. Kesederhanaan
     6. Kemauan baik dan optimis      - wewenang staf fungsional, adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan  satuan-satuan lini.   4. - Teori Hirarki Kebutuhan Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.        Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.      - Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)   5. Fungsi perumusan strategi organisasi sering juga digunakan istilah “grand strategy”, termasuk diantaranya adalah perumusan visi, misi, tujuan (objective), kebijakan (policy), dan strategi, serta perencanaan tentang bagaimana pengorganisasian (organization planning) seluruh kegiatan dalam menjalankan strategi tersebut. Organization planning memberikan arah kepada setiap awak organisasi, kemana organisasi akan dibawa ke masa yang akan datang.        Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.        Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
  TUGAS SOFTSKILL 2

1. Apa yang dimaksud dengan perencanaan,sebutkan syarat-syarat perencanaan yang baik .?
2. Tuliskan pengertian organisasi dari beberapa ahli .?
3. Sebutkan macam-macam bentuk organisasi .?

JAWAB :

1. Definisi Perencanaan

    * Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .

          o Menentukan : Menemukan ( mengungkapkan dan meyakinkan).

          o Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan

          o Tepat : Dikaitkan dengan tindakan         # Syarat Perencanaan . . .

        * Faktual dan Realistis

        * Logis dan Rasional

       * Fleksibel

        * Komitmen

        * Komprehensif atau menyeluruh

2. Definisi Organisasi       - Organisasi Menurut Stoner     Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

   - Organisasi Menurut James D. Mooney     Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

   - Organisasi Menurut Chester I. Bernard     Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

3. Macam-macam tipe & bentuk organisasi    Tipe-tipe organisasi   Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.      Organisasi Formal   Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

   Organisasi informal   Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

   * Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.   * Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.



   Bentuk-bentuk organisasi :

   1. Organisasi politik

      Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut.

   2. Organisasi sosial

      Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

   3. Organisasi mahasiswa

      Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus,

   4. Organisasi olahraga

      Organisasi olahraga adalah organisasi yang mencakup banyaknya cabang olahraga

   5. Organisasi sekolah

      Organisasi sekolah adalah organisasi yang beranggotakan murid-murid . organisasi ini bias berupa organisasi intra sekolah maupun organisasi intra sekolah .

   6. Organisasi negara

      Organisasi Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini.

Kamis, 25 November 2010

Sintak

SINTAKS


Bahasa mesin adalah bentuk terendah komputer. Kita dapat berhubungan 
langsung dengan bagian-bagian yang ada di dalam komputer seperti bits, 
register. Bahasa mesin terdiri dari bit-bit 0 dan 1. Bagaimana dengan orang 
yang tidak mengerti bahasa mesin? . Bahasa mesin tergantung jenis komputer 
yang digunakan. Bagaimana jika jenis computer mengalami perubahan?. Oleh 
karena itu manusia berusaha menciptakan suatu bahasa yang dapat 
dimengerti baik oleh manusia maupun computer, yang disebut dengan nama 
bahasa tingkat tinggi. Pada bahasa tingkat tinggi ke dalam bahasa mesin 
dibutuhkan sesuatu untuk menterjemahkan agar mesin computer mengerti 
apa yang diinginkan oleh manusia, yaitu : 

1. Interpreter
2. Compiler
Untuk membuat penterjemah seperti compiler perlu dibuat standar atau
tata bahasa (aturan) seperti manusia berkomunikasi mempunyai tata bahasa
agar lawan bicaranya dapat mengerti yang dibicarakan. Demikian juga untuk
menterjemahkan ke dalam mesin, harus dibuat suatu aturan agar computer
mengerti apa yang diinginkan oleh manusia melalui program yang dibuatnya.

SINTAKS

Sintaks merupakan kumpulan aturan yang mendefenisikan suatu bentuk
bahasa. Sintaks mendefenisikan bagaimana suatu kata dikembangkan menjadi
suatu statement yang benar sehingga dapat disusun menjadi suatu program
yang dapat berjalan dengan benar.

Sintaks dari bahasa pemrograman di defenisikan dengan 2 kumpulan aturan,
yaitu:

1. Aturan Lexical (Lexical Analysis)/ Scanner
2. Aturan Syntactic (Syntactic Analyzer)/ Parser
KONSEP DAN NOTASI BAHASA

· Alfabet : Kumpulan dari objek-objek yang disebut dengan symbol.
Contoh
: S 1 = { a,b,c,….,z}
S 2 = {c,f}


Algoritma Pemrograman 1C


· Bahasa : Kumpulan symbol-simbol yang ditulis secara berurutan.

Tata bahasa (Grammar) : Sekumpulan dari himpunan variabel-variabel,
simbol-simbol terminal, simbol non-terminal, symbol awal yang dibatasi
oleh aturan-aturan produksi.

Tahun 1956 -1959 Noam Chomsky melakukan penggolongan tingkatan
dalam bahasa, yaitu menjadi 4 class yang disebut dengan hirarki
Chomsky.

Tahun 1959 Backus memperkenalkan notasi formal baru untuk sintaks
bahasa yang lebih spesifik.

Peter Nour (1960) merevisi metode dari sintaks yang sekarang dikenal
dengan BNF (Backus Nour Form)
Contoh tata bahasa sederhana :

·  
B | b|i| ; END 



|  



A | B |…..| Z

·  
+|-|=
·  
^|*|/



|  

Contoh :

Begin

A:1
B: A+1
End
ATURAN PRODUKSI

· Aturan produksi dinyatakan dalam bentuk : a ß
(a menghasilkan(menurunkan) ß)


· a simbol-simbol untuk ruas kiri, ß simbol-simbol untuk ruas kanan
· Simbol-simbol bisa berupa terminal atau non-terminal
· Contoh aturan produksi:
a artinya T menghasilkan a
T | T + E artinya E menghasilkan T atau menghasilkan T + E

T
E
Algoritma Pemrograman 1C


HIRARKI CHOMSKY


Tipe 0
Tipe 3
Tipe 2
Tipe 1
Tipe 0 = Unresticted
Tipe 1 = Context Sensitive
Tipe 2 = Context Free
Tipe 3 = Regular

Berdasarkan komposisi bentuk ruas kiri dan ruas kanan produksinya (a®b),
Noam Chomsky mengklasifikasikan 4 tipe grammar :

· Tipe 0 ( Unrestricted Grammar)
Ciri : a, bÎ (V T ½V N )*, .a.>0
Tidak ada batasan aturan produksi


Abc


De


Tipe 1 (Context Sensitive Grammar)
Ciri : a, bÎ (V T ½V N )*, 0 < .a.
£ .b.
Panjang string ruas kiri harus <= ruas kanan
Ab


DeF
CD


eF


Tipe 2 (Context Free Grammar)
Ciri : aÎ V N , bÎ (V T ½V N )*
Ruas kiri haruslah tepat satu simbol variabel non-terminal
CdeFg
BcDe



Tipe 3 (Regular Grammar)
Ciri : aÎ V N , bÎ {V T ,V T V N } atau aÎ V N , bÎ {V T ,V N V T }
Mengingat ketentuan simbol-simbol, ciri-ciri RG sering dituliskan sebagai : a
Î V N , bÎ {a, bC} atau aÎ V N , bÎ {a, Bc}

B
D
Algoritma Pemrograman 1C


Ruas kanan hanya memiliki maksimum 1 simbol non-terminal yang

diletakkan paling kanan sendiri

A


eFG
A


efgH
C


D

NOTASI BNF (Backus Nour Form)

· Aturan produksi dapat dinyatakan dengan notasi BNF

BNF menggunakan abstraksi untuk struktur sintaks :
::= : sama identik dengan simbol
| : sama dengan atau
<> : pengapit simbol non terminal
{ } : elemen yang ada didalamnya merupakan terminal
Contoh:
Aturan produksi sebagai berikut : E



T|T+E|T–E
T

a
NotasiBNF :E::=|+|- 
T ::= a
::= |  
::= a|b|c|…|y|z 


Aturan Leksikal
Berhubungan dengan bahasa sering disebut dengan SCANNER bertugas
sebelum proses syntax analyzer dan intermediate code dilakukan dimana
tugas analisis leksikal ini mendekomposisikan program sumber menjadi
bagian-bagian kecil. Tugas-tugasnya secara detil adalah :
1. Mengidentifikasi semua pesan yang mengandung bahasa
2. Mentransformasikan ke token-token (simbol terminal)
3. Menentukan jenis dari token-token
4. Menangani kesalahan
5. Menangani table simbol
6. Scanner di desain untuk mengenali keyword, operator, identifier
Algoritma Pemrograman 1C


Contoh :

Besaran lexical (tergantung programnya)


Identifier dapat berupa keyword seperti : IF THEN ELSE, BEGIN….END (pada
PASCAL), integer (PASCAL), int,float (Bahasa C)

Konstanta besaran yang berupa bilangan bulat (integer), bilangan pecahan
(float/real), Boolean (true/false), string dsb

Operator : Operator aritmatika, operator logika (and, or,not), operator
relational (<,>,=,!=)

Delimiter : berguna sebagai pemisah / pembatas seperti kurung buka,
kurung tutup, titik, koma, titik dua, titik koma, white space

White space : pemisah yang diabaikan oleh program seperti enter, spasi
Contoh:

Statement : Fahrenheit := 32 + celcius * 1.8

Maka akan diterjemahkan ke dalam token-token sebagai berikut:

Identifier : Fahrenheit id1

S
Operator : :=


Integer : 32
id1 := ekspresi


Operator penjumlahan : +



Identifier : celcius id2
Farenheit 32 + id2 * 1.8


Operator perkalian : *
Real / Float : 1.8 cecius



SINTAKS ANALYZER (PARSER)

Bertugas memeriksa kebenaran dari urutan token-token yang terbentuk oleh
leksikal analisis. Pengelompokkan ke dalam class sintaks (bentuk sintaks)
seperti procedure, stat n dan ekspresi. Grammar dipakai oleh sintaks analyzer
untuk menetukan struktur dari program sumber. Proses pendeteksian

Algoritma Pemrograman 1C


(pengenalan token) disebut dengan parsing, maka syntax analyzer sering
disebut dengan parser.

Pohon sintaks yang dihasilkan digunakan untuk semantic analyzer yang
bertugas untuk menentukan maksud dari program sumber, misalnya operator
penjumlahan maka semantic analyzer akan mengambil aksi apa yang harus
dilakukan.

GRAMMAR CONTEXT-FREE DAN PARSING

Bentuk umum produksi CFG adalah : a®b, aÎ V N , bÎ (V N ½V T )*

Analisis sintaks adalah penelusuran sebuah kalimat (atau sentensial) sampai
pada simbol awal grammar. Analisis sintaks dapat dilakukan melalui derivasi
atau parsing. Penelusuran melalui parsing menghasilkan pohon sintaks.

Contoh 1 :

Diketahui grammar G 1 = {I ® H½IH½IA, H ® a½b½c½...½z, A ® 0½1½2½...½9}

dengan I adalah simbol awal. Berikut ini kedua cara analisa sintaks untuk
kalimat x23b.
cara 1 (derivasi) cara 2 (parsing)
I .
IH I


.
IAH
.
IAAH IH
.
HAAH
.
xAAH I A b
.
x2AH
.
x23H I A 3
.
x23b
H 2

x

Algoritma Pemrograman 1C


Metoda Parsing

Ada 2 metoda parsing : top-down dan bottom-up.

1.
TOP-DOWN PARSING
Konstruksi pohon sintaks dimulai dari akar dilanjutkan turun ke bawah
menuju daun
2.
BOTTOM-UP PARSING
Konstruksi dimulai dari daun, bergerak keatas menuju akar
Pembacaan semua leaf dari pohon parsing jika dibaca dari kiri ke kanan


Algoritma Pemrograman 1C
Concurrent Programming

Akar dari semua organisasi manusia yang sukses adalah kerjasama bukan kompetisi.Yg berbarengan pemrograman ditandai dengan pemrograman dengan lebih dari satu proses.
Kata kunci dan frase Pipelines, proses paralel, message passing, monitor, bersamaan pemrograman, keselamatan, liveness, kebuntuan, hidup-lock, keadilan, komunikasi, producerconsumer sinkronisasi,

Ada beberapa alasan untuk programmer yang akan tertarik pada concurrency:

1.        Untuk lebih memahami arsitektur komputer (memiliki banyak concurrency dengan pipelining
(Multiple step) dan super-skalar (beberapa instruksi)) dan
2.        kompiler desain,
3.        beberapa masalah yang paling alami diselesaikan dengan menggunakan serangkaian proses ko-operasi,
4.        Sebuah solusi sekuensial merupakan atas spesifikasi, dan
5.         untuk mengurangi waktu eksekusi.

Pemrograman konkuren mendasari dua sudut pandang utama sistem operasi modern, yaitu
multiprogramming dan pemrosesan terdistribusi, di samping merupakan dasar teknologi
perancangan sistem operasi. Konkurensi dibutuhkan dalam banyak konteks yang berbeda, antara lain aplikasi majemuk (multiple applications) pada multiprogramming, aplikasi terstruktur (structured application) pada perancangan dan pemrograman terstruktur, dan implementasi proses-proses pada struktur sistem operasi.
Pemrograman konkuren bukan pengganti pemrograman sekuensial, melainkan merupakan
pelengkapnya. Jika pada pemrograman sekuensial dikenal paradigma iteration, condition, dan repetition, maka pada pemrograman konkuren ketiga paradigma itu tetap digunakan, dan masih harus dilengkapi dengan logika temporer. Logika temporer harus ada karena ada lebih dari satu proses yang beroperasi pada saat yang sama, sebagaimana dijelaskan  pada Gambar 1.
a. Operasi sekuensial
-- O – O – O – O à
   X = 5
   Y = 3 * X + 4
b. Operasi Konkuren
        - O – O -
     -- |              | -- >
          - O – O –
       X = A * B + C
       Y = 3 * A + 7


Gambar 1. Operasi sekuensial dan operasi konkuren.

Dua hal penting yang menjadi hipotesa umum pemrograman konkuren
Ø  Tidak ada asumsi tentang kecepatan proses
Ø  Semua proses dilaksanakan sampai selesai.

Setiap persoalan yang berhubungan dengan konkurensi dapat diabstraksikan ke dalam satu
atau lebih model berikut.
1) Seksi kritis (mutual exclusion)
2) Komunikasi antar proses (interprocess communication / message passing)
3) Sinkronisasi antar proses (interprocess synchronization)

Tulisan ini menyoroti mekanisme tingkat rendah yang dibutuhkan pada pemrograman konkuren. Akan disajikan sebuah studi kasus untuk memperlihatkan cara menyelesaikan persoalan menggunakan mekanisme tingkat rendah. Juga diberikan sebuah contoh implementasi algoritma penyelesaian persoalan ke dalam sebuah program.


Concurrent programming mutlak diperlukan oleh sistem operasi desain modern dan aplikasi. Ini adalah kegiatan membangun sebuah program yang berisi beberapa proses yang dilaksanakan secara paralel. Tidak ada tingkat-of-proses asumsi dan semua proses akan dieksekusi dari awal sampai akhir. Tulisan ini difokuskan pada tiga mekanisme yang umum digunakan dalam pemrograman concurrent, dan bagaimana menggunakannya
pada kasus tertentu. Mereka dikenal sebagai mekanisme tingkat rendah.


Konsep Dasar Concurrent Programming

`      Bahasa pemrograman concurrent mendefinisikan perintahnya
       sebagai message pada sebuah proses. Umumnya bahasa ini berbasis Pi-Calculus, tidak memilki proses perhitungan, kecuali Erlang dan Ada. Namun Ada juga merupakan sebuah bahasa multi propose language, sedangkan untuk cocurrent language hanya terdapat satu pilihan. Contoh bahasa yang tergolong concurrent language adalah:

b.     Concurrent Pascal (dikembangkan oleh Brinch-Hansen)
c.     Erlang
d.     Join-calculusTerjadi bersama-sama.
e.     C#
f.     limbo
g.     occam

pengertian concurrent

Dua proses/program atau lebih mempunyai akses kemicroprocessor dan dilaksanakan pada waktu yang sama dalam bahasa pemograman
Analisa Bahasa Indonesia yang sepadan dengan kata {analisys} dari bahasa Inggris pascal Bahasa pemrograman Pascal yang standar, standard  bahasanya dikeluarkan oleh American Nastional Standard Institute.

Pemograman konkuren mendasari dua sudut pandang utama system operasi modern,yaitu multiprogramming dan pemrosesan terdistribusi,di samping merupakan dasar teknologi perancang system operasi.konkurensi dibutuhkan dalam banyak konteks antara lain aplikasi majemuk pada perancangan dan pemograman terstruktur,dan implementasi proses-proses pada sturuktur system operasi.pemograman konkuren bukan pengganti pemograman sekuensial,melainkan merupakan pelengkapnya.jika pada pemograman sekuensisl dikenal paradigma iteration,condition,dan repetition,maka pemograman konkuren
ketiga paradigm itu tetap digunakan dan masih harus dilengkapi dengan logika temporer.logika temporer harus ada karena ada lebih dari satu

Sebuah sistem komputer harus menangani beberapa program (task) yang harus dieksekusi bersama dalam sebuah lingkungan (baik mono atau multi prosesor). Pada pemrograman konkuren, kita tidak lagi berpikir sekuensial, melainkan harus menangani komunikasi dan sinkronisasi antar program.



Sifat-sifat sistem Concurrent programing

n Sinkronisasi
          Dua buah proses dikatakan berkomunikasijika aksi dari sebuah proses sepenuhnya mendahului proses berikutnya. Sinktonisasi berhubungan dengan komunikasi.

Live-lock dapat terjadi jika ada lebih dari satu proses menunggu dan ketika sinyal diterima akses tidak diberikan cukup. Kelaparan: (live-lock) beberapa proses menunggu akses tapi akses tidak diberikan secara adil Coroutines.
Real-time isu-isu bahasa pemrograman Ketika melewati pesan asynchronous, sinkronisasi dapat diperoleh dengan mengharuskan balasan ke sinkronisasi pesan. Dalam contoh berikut, melalui pesan disinkronisasi diasumsikan. Komunikasi perintah dalam penyangga. Kebanyakan komunikasi bahasa pemrograman berbasis izin masukan perintah dalam penyangga tetapi tidak perintah output. asimetri ini disebabkan yang dihasilkan kompleksitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan perintah output dalam penjaga.





process Q;
const qsize = 10;
var head, tail : integer;
queue : array[0..qsize-1] of integer;
begin
head,tail := 0,0;
*[ head != tail, C?X --> C!queue[head]; head := (head +
1) mod qsize
[] head != (tail+1) mod qsize, P?X --> queue[tail],
tail := X, (tail + 1) mod qsize]
end;

n Nondeterministic
          Sebuah program dikatakan non-deterministic bila memiliki lebih dari satu evaluasi strategi yang memungkinkan dan berbeda, yang meberikan hasil-hasil yang berbeda.
Suatu program merupakan deterministik jika evaluasi terhadap input yang sama selalu menghasilkan output yang sama. strategi evaluasi mungkin tidak selalu menjadi unik.
Suatu program merupakan nondeterministic jika memiliki lebih dari satu strategi evaluasi diizinkan dan berbeda
strategi evaluasi mengakibatkan hasil yang berbeda. Sebuah konsep yang berhubungan dengan nondeterminism adalah evaluasi evaluasi paralel Paralel yang tidak melibatkan interaksi pada bagian dari subparts yang disebut noninterfering paralelisme. Proses yang telah menguraikan ruang alamat tidak dapat mengganggu satu sama lain dan dengan demikian dapat beroperasi tanpa takut merusak masing-masing lainnya. Sebagai contoh, dua proses di [| | I: = 1, j: = 2]
tidak berbagi ruang alamat oleh karena itu, tugas dapat dilakukan secara paralel.
Contoh lain dari proses-campur tidak ditemukan dalam perkalian matriks. Ketika dua matriks dikalikan, setiap entri dalam produk matriks adalah hasil perkalian kolom kali berturut-turut dan menjumlahkan produk. Ini disebut hasil kali dalam. E
n Mutual exlusion
          Sebuah proses kadang membutuhkan akses yang exclusif terhadap sumber daya. Misalnya ketika sebuah proses memperbaiki struktur data, tidak ada proses lain yang mengakses data yang sama.
Seringkali proses harus mempunyai akses eksklusif ke sumber daya. Sebagai contoh, ketika suatu proses memperbarui struktur data, ada proses lainnya harus memiliki akses ke struktur data yang sama dinyatakan keakuratan data dapat diragukan. Tuntutan untuk membatasi akses disebut saling eksklusi dan melibatkan
berikut:
Ø Paling banyak satu proses memiliki akses
l Jika ada beberapa permintaan untuk sumber daya, itu harus diberikan kepada salah satu proses dalam terbatas
waktu.
Ø  Ketika suatu proses yang memiliki akses eksklusif untuk berbagi sumber daya rilis dalam waktu terbatas.
Ø  Ketika sebuah proses meminta sumber daya harus mendapatkan sumber daya dalam waktu terbatas.
Ø  Sebuah proses tidak boleh mengkonsumsi waktu proses sambil menunggu sumberdaya.

Concurrency in Programming Languages
bahasa adalah concurrent jika menggunakan paralelisme mengganggu.
Sequential program hampir selalu deterministik. Sebuah program deterministik mengikuti urutan
langkah yang dapat diprediksi sebelumnya. perilaku adalah direproduksi dan dengan demikian, program deterministik adalah diuji. Bersamaan program kemungkinan akan nondeterministic karena urutan dan kecepatan eksekusi dari proses tidak dapat diprediksi. Hal ini membuat pengujian program bersamaan tugas yang sulit.
Persyaratan untuk ruang alamat menguraikan mungkin terlalu berat persyaratan. Apa yang diperlukan adalah bahwa
sumber daya bersama mungkin perlu dilindungi sehingga hanya satu proses yang diijinkan akses ke Sumber Daya di
waktu. Hal ini memungkinkan proses untuk bekerja sama, berbagi sumber daya tetapi menjaga integritas dari
sumber daya.
Eksekusi konkuren:
 Sebuah notasi yang menunjukkan operasi yang bisa, tapi perlu, dieksekusi secara paralel.

PCN              Occam
[|| P1, P2, ..., Pn] PAR
P1
...
Pn


Komunikasi:
 Sebuah notasi yang memungkinkan proses pertukaran informasi baik trhrough variabel bersama (dapat dilihat setiap proses) atau mekanisme message passing.

Shared Memory
Assignment: X := E
Message Passing
Synchronous Pi!E, Pj?X
Asynchronous Pi!E, Pj?X
Remote procedure call

Sinkronisasi:
notasi A memerlukan proses untuk menunggu sinyal dari proses lain.
Reksa pengecualian: notasi A untuk menyinkronkan akses ke sumber daya bersama.



REKAYASA CONCURRENT  PROGRMING
Lingkungan pemrograman paralel harus mendukung tiga tahap berikut perilaku system spesifikasi.
·      Pemrograman Perilaku proses dan interkoneksi Prosesor 
·      deskripsi Jaringan dan interkoneksi
·       Pemetaan Konfigurasi perangkat lunak ke perangkat keras Pemrograman
Cara merancang perangkat lunak paralel adalah untuk mulai dengan algoritma yang paling mungkin paralel
dan kemudian secara bertahap membuat lebih berurutan ... sampai itu sesuai mesin yang itu adalah untukjalankan. Timur (1995)

Chandy dan Taylor (1992)
mendefinisikan bahasa pemrograman paralel PCN elegan (Program Komposisi Notasi) berdasarkan:
Ø  definisi Shared variabel (tugas tunggal) - X = Exp,
Ø  Paralel komposisi - [| | P0 ,..., Pn],
Ø  Pilihan komposisi - [? G0 -> P0 ,..., Gn -] Pn>,
Ø  Sequential komposisi - [; S0 ,..., Sn], dan
Ø  Rekursi - nama (parameter) komposisi ekspresi Concurrent Programming

Variabel Definisi menghilangkan masalah ketidakpastian. Komunikasi adalah melalui berbagi variabel yang mungkin sungai. Sinkronisasi dicapai dengan proses yang memerlukan suatu referensi variabel terdefinisi untuk menunggu sampai didefinisikan oleh beberapa proses lain sebelum melanjutkan. Rekursi dengan komposisi paralel memungkinkan proses penciptaan dinamis. Jika sebuah program yang hanya menggunakan komposisi paralel dan pilihan dan variabel definisi tidak memiliki efisiensi yang memadai, ...
Kami menggunakan langkah-langkah berikut dalam pengenalan mutables dan sequencing menjadi parallel blok.

1. Kita urutan laporan dalam blok paralel sehingga semua variabel yang muncul pada sisi kanan laporan definisi mengurangi ke tanah nilai atau tuple, dan semua penjaga mengurangi ke tanah nilai-nilai benar atau salah, hanya memberikan definisi didirikan oleh pernyataan sebelumnya dalam pemesanan. Dengan kata lain, kita order pernyataan dalam arah aliran data, laporan yang menulis sebuah variabel muncul lebih awal dari pernyataan yang membaca variable tersebut. Kemudian kita mengubah paralel Blok menjadi sebuah blok berurut dengan mengganti "| |" dengan ";" mempertahankan urutan aliran data laporan.

2. Selanjutnya, kami memperkenalkan mutables, menambahkan laporan tugas untuk program kami, dan menunjukkan bahwa m bisa berubah memiliki nilai sama dengan definisi variabel x itu adalah untuk mengganti, di
setiap titik dalam program di mana x dibaca - yaitu, di mana x muncul di tangan kanan yang sisi pernyataan definisi atau tugas atau penjaga.
3.        Akhirnya, kami keluarkan variabel definisi yang digantikan oleh mutables, aman dalam pengetahuan bahwa mutables memiliki nilai sama dengan variabel definisi dalam laporan di mana mereka baca. Kita harus, tentu saja, pastikan bahwa mutable bersama oleh blok konstituen dari sebuah blok paralel tidak diubah dalam parallel blok.

Lewis (1993) mengembangkan teori kebenaran program yang disebut aliran-benar.Lewis membutuhkan untuk masing-masingberbagi variabel:

1.        itu harus didefinisikan sebelum dirujuk,
2.        harus dirujuk sebelum update, dan
3.        hanya satu proses pada suatu waktu dapat (kembali) mendefinisikannya.

Aturan-aturan ini hanya berlaku untuk ketergantungan antar variabel dan tidak mencakup baik kebenaran total Concurrent Programming (Terminasi) atau kebenaran logis (kepuasan spesifikasi). isu Kebenaran dalam desain program bersamaan jatuh di salah satu dari dua kategori: keselamatan dan liveness.
 Keamanan: tidak ada yang buruk akan terjadi. Sebagai contoh, akses ke sumber yang dipakai bersama seperti printer membutuhkan bahwa proses pengguna memiliki akses eksklusif ke sumber daya. Jadi harus ada mekanisme untukmemberikan pengecualian bersama.
·      Liveness: sesuatu yang baik akan terjadi. Di sisi lain, proses tidak harus mencegah lain
akhirnya proses dari akses ke printer. Jadi setiap proses yang ingin printer harus memiliki akses ke printer.
Keselamatan berhubungan dengan konsep loop. Sebuah program harus menghasilkan hak ``''menjawab.  Liveness berkaitan dengan konsep varian loop. Sebuah program diharapkan dapat membuat kemajuan. Penghentian adalah contoh dari properti liveness ketika sebuah program diharapkan untuk mengakhiri.









Daftar Pustaka
..